FISIOLOGI MUSKULOSKELETAL

FISIOLOGI

SISTEM MUSKULOSKELETAL

  1. A.  Fisiologi Sistem Tulang

Sistem musculoskeletal merupakan penunjang bentuk tubuh dan ngurus pergerakan. Komponen utama dari sistem musculoskeletal adalah jaringan ikat. Sistem ini terdiri dari tulang,sendi,otot rangka,tendon,ligament,bursa,dan jaringan-jaringan khusus yang menghubungkan struktur-struktur ini.

a.Fungsi umum tulang:

Secara umum, fungsi tulang adalah sebagai berikut:

  1. Formasi kerangka

Tulang-tulang membentuk rangka tubuh untuk menentukan ukuran tulang dan menyokong struktur tubuh yang lain.

2.Formasi sedi-sendi

Tulang-tulang membentuk persendian yang bergerak dan tidak bergerak tergantung dari kebutuhan fungsional.Sendi yang bergerak menghasilkan bermacam-macam pergerakan.

3.Perlekatan otot

Tulang-tulang menyediakan permukaan untuk tempat melekatnya otot,tendo,dan ligamentum. Untuk melaksanakan pekerjaan yang layak dibutuhkan suatu tempat melekat yang kuat dan untuk itu disediakan oleh tulang.

4.Sebagai pengungkit

Untuk bermacam-macam aktivitas selama pergerakkan.

5.Penyokong berat badan

Memelihara sikap tegak tubuh manusia dan menahan gaya tarikan dan gaya tekanan yang terjadi pada tulang sehingga dapat menjadi kaku dan lentur.

6.Proteksi

Tulang membentuk rongga yang mengandung dan melindungi struktur-struktur yang halus seperti otak,medulla spinalis,jantung,paru-paru,alat-alat dalam perut,dan panggul.

7.Haemopoiesis

Sum-sum tulang merupakan tempat  pembentukan sel-sel darah, tetapi terjadinya pembentukan sel-sel darah sebagian besar terjadi disumsum tulang merah.

8.Fungsi immunologi

Limfosit B dan makrofag-makrofag dibentuk dalam system retikuloendotelial sum-sum tulang.Limfoist B diubah menjadi sel-sel plasma yang membentuk antibody guna keperluan kekebalan kimiawi, sedangkan makrofag merupakan fagositotik.

9.Penyimpanan kalsium

Tulang mengandung  97% kalsium tubuh, baik dalam bentuk anorganik maupun dalam bentuk garam-garam, terutama kalsium fosfat. Sebagian besar fosfor disimpan dalam tulang dan kalsium dilepas dalam darah bila dibutuhkan.

b. Fungsi khusus tulang

Secara khusus mempunyai fungsi sebagai berikut:

  1. Sinus-sinus paranasalis dapat menimbulkan nada khusus pada suara.
  2. Email gigi dikhususkan un tuk memotong, menggigit, dan menggilas makanan. Email merupakan struktur yang terkuat dari tubuh manusia.
  3. Tulang-tulang kecil telinga berfungsi sebagai pendengaran dalam mengonduksi gelombang suara.
  4. Panggul wanita dikhususkan untuk memudahkan proses kelahiran bayi.

c. Perkembangan dan osifikasi tulang

Perkembangan tulang berasal dari jenis perkembangan membranosa dan perkembangan kartilago. Proses peletakan jaringan tulang(histogenesis) disebut ossifikasi(penulangan). Jika proses ini terjadi dalam suatu model selaput dinamakan penulangan intramembranosa dan tulang yang dibentuk dinamakan tulang membrane atau tulang dermal karena tulang ini berasal dari suatu membrane. Tulang-tulang endokondral(tulang kartilago) merupakan tulang yang berkembang dari penulangan suatu model tulang rawan. Penulangan ini disebut pebulangan intrakartilaginosa(penulangan tidak langsung). Jenis-jenis penulangan intramembranosa merupakan suatu proses yang mendesak sedangkan jenis penulangan intrakartilaginosa merupakan proses yang berjalan perlahan-lahan dan berencana:

1)      Pusat osifikasi

Awal pembentukan tulang terjadi pada bagian tengah dari suatu tulang yang disebut pusat penulangan primer,selanjutnya terjadi penulangan sekunder. Pusat primer timbul sangat dini pada kehidupan  janin terjadi akibat perangsangan genetic. Pusat penulangan sekunder tampak pada ujung tulang panjang dan tulang besar selalu tampak stetlah kelahiran.Perangsangan pusat sekunder dilaksanakan oleh tekanan atau tarikan ujung-ujung tulang.Bila anak sudah mulai bergerak maka tekanan pada sendi terjadi pada ujung sendi sehingga menimbulkan tarikan tendo pada tempat terjadinya tarikan.Hal ini paling banyak terjadi pada masa pubertas dan hanya sedikit setelah umur 20 tahun. Pada bagian yang paling ujung dari epifise tersisa selapis tulang rawan hialin yang tidak menjadi tulang keras,tetapi selalu tampak sebagai rawan persendian. Rawan ini tidak dibungkus oleh selaput dan merupakan suatu permukaan yang licin untuk pembentukan sendi-sendi synovial.

2)      Ujung pertumbuhan tulang

Epifise bersatu dengan diafise,biasanya terjadi pada umur 18-20 tahun. Pusat-pusat epifise(dalam pusat penulangan sekunder) akan menyatu dengan diafise hingga terjadi pada tulang-tulang yang lain. Pertumbuhannya berjalan terus selama beberapa tahun setelah pertumbuhan ujung tulang yang lain berhenti. Korpus dari semua tulang-tulang panjang dan besar memperlihatkan akhir dari suatu alur yang berfungsi sebagai suatu lubang pada tulang yang disebut yang disebut foramen nutrisia.Pada orang hidup foramen nutrisia digunakan pada arteri nutrisia untuk memasuki korpus. Tulang-tulang anggota badan atas berjalan menuju siku,sedangkan tulang-tulang anggota bawah berjalan menuju  lutut sehingga ujung pertumbuhan tulang berlawanan dengan arah jalannnya arteri nutrisia.

3)      Suplai peredaran darah tulan

1.Suplai peredaran darah untuk tulang-tulang panjang adalah sebgai berikut:

a. Arteri nutrisia

Arteri tunggal yang berbelok-belok dan masuk foramen nutrisia oblik katas atau kebawah menuju kearah yang berlawanan untuk pertumbuhan tulang.Satu arteri disertai dengan 1-2 buah vena. Selama dalam korteks,arteri memberikan cabang-cabang menuju kanalis havers.

b. Arteri priosteale

Arteri kecil yang menyuplai priosteum dan berjalan sepanjang perlengketan otot.

c. Arteri metapisiale

Rangkaian yang membentuk anatomosa diskeliling sendi yang disebut sirkulus vaskulosus. Cabangnya masuk melalui foramena vaskularis,tempat keluarnya vena-vena epifise.

2. Suplai peredaran darah untuk tulang-tulang gepeng. Arteri epifisiale adalah sebuah arteri nutrisia tunggal dan bercabang-cabang dan sejumlah cabangnya menyuplai substansia spongeosa dalam substansia kompakta tulang.

3. Suplai peredaran darah untuk tulang-tulang iga. Arteri nutrisi memasuki tulang distalis dari tuberkulum costa dan membagi diri menjadi cabang-cabang anterior longgus dan posterior brevis yang menyuplai seluruh bagian tulang iga.

4. Suplai peredaran darah untuk tulang-tulang vertebra. Terdapat 2 buah arteri yang besar yang memasuki permukaan posterior corpus vertebra.Arkus neuralis disuplaim oleh pembuluh darah yang memasuki prosesus transverses bercabang menuju prosesus spinosus. Foramena untuk vena vertebralis terdapat  pada permukaaan posterior korpus vertebra.

4) . Aliran getah bening

Pada sum-sum tulang tidak terdapat aliran getah bening, tetapi periosteum dan sistem havers mempunyai pembuluh getah bening yang berjalan sepanjang pembuluh darah dan menyalurkan isinya menuju kelenjar getah bening regional (daerah tertentu).

5). Suplai persarafan

Tulang-tulang disuplai oleh serabut-serabut saraf  vasomotor. Periosteum sangat sensitive terhadap rangsangan umum dan sangat banyak disuplai oleh serabut saraf somatosensoris, terutam ujung sendi tulang panjang.

d. Factor yang mempengaruhi pertumbuhan tulang

1. Herediter (genetic)

Tinggi badan anak secara umum tergantung dari orangtua.Anak-anak yang dilahirkan dari orangtua yang tinggi biasanya mempunyai badan yang tinggi juga.

2. Factor nutrisi

Suplai bahan makan yang mengandung kalsium,fosfat,protein,dan vitamin A C D adalah hal yang penting untuk generasi pertumbuhan tulang serta untuk memelihara rangka yang sehat.

3. Factor-faktor endokrin

a. Paratiroid hormone(PTH)

Satu sama lain saling berlawanan dalam memelihara kadar kalsium darah sehingga merangsang terjadinya PTH dengan cara:

-merangsang osteoplas reabsorbsi tulang dan melepas kalsium kedalam darah

-merangsang absorbsi kalsium dan fosfat dari usus

-meresorbsi kalsium dari tubulus renalis.

b. Tirokalsitonin adalah  hormon yang dihasilkan sel-sel parafolikuler dari kelenjar tiroid. Cara kerjanya menghambat resorbsi tulang.

c. Hormon pertumbuhan. Hormon ini dihasilkan hipofise anterior dan penting untuk proliferase(bertambah banyak) secara normal dari rawan epifisealis untuk memelihara tinggi badan yang normal.

d. Tiroksin. Tiroksin bertanggung jawab dalam pertumbuhan tulang yang layak, remodeling tulang dan kematangan tulang.

4. Faktor persarafan.

Gangguan suplai persarafan mengakibatkan penipisan tulang sperti yang terlihat pada kelaianan poliomyelitis.

5.Faktor mekanis.

Kekuatan dan arah dari tuberkula tulang ditentukan oleh gaya-gaya mekanis yang bekerja padanya.

6.Penyakit-penyakit mempunyai pengaruh yang kurang baik terhadap pertumbuhan tulang.

e.Biologi tulang

Susunan tulang terdiri dari sel-sel, matrik organic, dan mineral.Mineral ini terdiri dari kolagen dan bahan dasar yang mengandung monopolisakarida pada komponen matriks inilah mengendapnya kristalloid yang terdiri dari kalsium dan fosfat.Sel-sel tulang terdiri dari ostiosid, osteoblas dan osteoklast.Setiap sel ini mempunyai fungsi khusus yang letaknya pun berbeda-beda. Kristal tulang terdiri dari beberap komponen atau bagian yaitu:

a. Kristal bagian dalam(Kristal interior), terdiri dari ion-ion.

b. Permukaan Kristal(Kristal permukaan) mengandung kation dan anion yang spesifik.

c. Lapisan yang mengandung air(hidration shell) mengandung lapisan anion yang tidak spesifik, selalu dalam keadaan seimbang dan dinamis dengan medium sekitarnya.

Komponen lain yang penting dalam tulang adalah glikogen. Glikogen mempunyai deposisi garam-garam anorganik dalam  tulang rawan tempat sel-sel tulang rawan mengalami hipertrofi sehingga didapati kadar glikogen yang tinggi didaerah tersebut. Bila enzim-enzim yang memegang peranan dalam siklus glikolisis dihambat kerjanya maka proses klasifikasi juga terhambat dalam proses pertumbuhan dan pembentukan tulang terdapat 2 macam proses.

–          Osifikasi mendokondral

Setelah terbentuknya epifise yang masih dalam keadaan tulang rawan pertumbuhan tulang ini ditandai dengan pertumbuhan tulang rawan dan degenerasi dalam epifise.

–          Osifikasi membrane

Proses integrasi seluler pembentukan tulang baru diatas permukaan korteks telah dibentuk terlebih dahulu pada saat terjadinya proses resorbsi tulang kedua, cara berlangsung secara simultan. Proses pertama terjadi resorbsi matriksnya dan proses kedua berlangsung pelarutan hidroksiapatik yang diikuti terbebasnya garam kalsium fosfat. Factor yang paling berperan adalah osteoklas yang dikenal sebagai pembuang tulang(sel perusak tulang) dan mempunyai kemampuan fagosit. Osteoklas menghasilkan zat yang dapat menyebabkan terjadinya depolimerisasi atau dibebaskannya garam-garam dan asam fosforik pada tulang yang berakibat larutnya atau dibebaskannya kalsium dalam tulang.

Zat lain yang mempunyai kaitan dengan metabolism tulang adalah asam sitrat. Kadar asam sitrat didapati lebih tinggi dikawasan korteks diafise dari tulang panjang bahan organic yang cukup penting didalam pertumbuhan tulang adalah glikogen.Glikogen merupakan bagian dari tulang rawan dan tulang yang sedang tumbuh. Bila dalam suatu proses klasifikasi glikogen ditiadakan atau keaktifannya dicegah maka proses klasifikasi akan terhenti.

B. SENDI

Sendi adalah tempat pertemuan dua atau lebih tulang. Tulang-tulang ini dipadukan dengan berbagai cara, misalnya dengan kapsul sendi, pita fibrosa, ligamen, tendon, fasia, atau otot. Terdapat tiga tipe sendi :

  1. Sendi fibrosa (sinatrodial), merupakan sendi yang tidak dapat bergerak.
  2. Sendi kartilaginosa (amfiatrodial), merupakan sendi yang dapat sedikit bergerak.
  3. Sendi sinofial (diartrodial), merupakan sendi yang dapat digerakkan dengan bebas.

a. Sendi Fibrosa

 

Sendi fibrosa tidak memiliki lapisan tulang rawan, dan tulang yang satu dengan tulang lainnya dihubungkan oleh jaringan penyambung fibrosa.Salah satu contohnya adalah sutura pada tulang-tulang tengkorak.Contoh yang kedua disebut sindesmosis dan terdiri dari suatu membran introseus atau suatu ligamen diantara tulang.Serat-serta ini memungkinkan sedikit gerakan tetapi bukan merupakan gerakan sejati.Perlekatan tulang tibia dan fibula bagian distal adalah suatu contoh dari tipe sendi fibrosa ini.

 

 

 

 

b.Sendi Kartilaginosa

Sendi Kartilaginosa adalah sendi dimana ujung-ujung tulangnya dibungkus oleh tulang rawan hialin, disokong oleh ligamen dan hanya dapat sedikit bergerak. Ada dua tipe sendi kartilaginosa :

1. Sinkondrosis adalah sendi-sendi yang seluruh persendiannya diliputi oleh tulang rawan hialin. Sendi-sendi kastrokondral adalah contoh dari sinkondrosis.

2. Simfisis adalah sendi yang tulang-tulangnya memiliki suatu hubungan fibrokartilago dan selapis tipis tulang rawan hialin yang menyelimuti permukaan sendi. Simfisis fubis dan sendi-sendi pada tulang punggung adalah contoh-contohnya.

c.Sendi Sinovial

 

Sendi sinovial adalah sendi-sendi tubuh yang dapat digerakkan.Sendi-sendi ini memiliki rongga sendi dan permukaan sendi dilapisi tulang rawan hialin.

Kapsul sendi terdiri dari suatu selaput penutup fibrosa padat, suatu lapisan dalam yang terbentuk dari jaringan penyambung berpembuluh darah banyak, dan sinosium yang membentuk suatu kantong yang melapisi seluruh sendi, dan membungkus tendon-tendon yang melintas sendi.Sinofium tidak meluas melampaui permukaan sendi, tapi terlipat sehingga memungkinkan gerak sendi secara penuh.Lapisan-lapisan bursa di seluruh persendian membentuk sinofium.Periosteum tidak melewati kapsul sendi.

Sinofium menghasilkan cairan yang sangat kental yang membasahi permukaan sendi.Cairan sinofial normalnya bening, tidak membeku, dan tidak berwarna.Jumlah yang ditemukan pada tiap-tiap sendi relatif kecil (1-3 ml).Hitung sel darah putih pada cairan ini normalnya kurang dari 200 sel/ml dan terutama adalah sel mononuklea.Asam hialuronidase adalah senyawa yang bertanggung jawab atas viskositas cairan sinosial dan sintesis oleh sel-sel pembungkus sinofial.Bagian cairan dari cairan sinofial diperkirakan berasal dari transudatplasma.Cairan sinofial juga bertindak sebagai sumber nutrisi bagi tulang rawan sendi.

Kartilago hialin menutup bagian tulang yang menanggung beban tubuh pada sendi sinofial.Tulan rawan ini memegang peranan penting dalam membagi beban tubuh.Rawan sendi tersusun dari sedikit sel dan sejumlah besar subtstansi dasar.Substansi dasar ini terdiri dari kolagen tipe II dan proteoglikan yang ditemukan pada tulang rawan.Proteoglikan yang ditemukan pada tulang rawan sendi sangat hidrofilik, sehingga memungkinkan rawan tersebut mampu menahan kerusakan sewaktu sendi menerima beban yang berat.

Tulang rawan sendi pada orang dewasa tidak mendapat aliran darah, limfe atau persarafan. Oksigen dan bahan-bahan metabolisme lain dibawa oleh cairan sendi yang membasahi tulang rawan tersebut. Perubahan susunan kolagen dan pembentukan proteoglikan dapat terjadi setelah cidera atau usia bertambah. Beberapa kolagen baru pada tahap ini mulai membentuk kolagen tipe I yang lebih fibrosa.Proteoglikan dapat dihilangkan sebagian kemampuan hidrofiliknya. Perubahan-perubahan ini berarti tulang rawan akan kehilangan kemampuannya untuk menahan kerusakan bila diberi beban berat.

Sendi dilumasi oleh cairan sinofial dan oleh perubahan-perubahan hidrostatik yang terjadi pada interstisial tulang rawan. Tekanan yang terjadi pada tulang rawan akan mengakibatkan pergeseran cairan ke bagian yang kurang mendapatkan tekanan. Sejalan dengan pergeseran sendi ke depan, cairan yang bergerak ini juga bergeser ke depan mendahului beban. Cairan kemudian akan bergerak ke belakang kembali ke bagian tulang rawan ketika tekanan berkurang. Tulang rawan sendi dan tulang-tulang yang membentuk sendi biasanya terpisah selama gerakan selaput cairan ini.Selama terdapat cukup selaput atau cairan, tulang rawan tidak dapat aus meskipun dipakai terlalu banyak.

Aliran darah ke sendi banyak yang menuju ke sinosium.Pembuluh darah masuk melalui tulang subkondral pada tingkat tepi kapsul.Jaringan kapiler sangat tebal di bagian sinosium yang menempel langsung pada ruang sendi.Hal ini memungkinkan bahan-bahan di dalam plasma berdifusi dengan mudah ke dalam ruang sendi. Proses peradangan dapat sangat menonjol di sinosium, karena di daerah tersebut banyak mendapat aliran darah, dan disamping itu juga banyak sel mast dan sel lain dan zat kimia yang secara dinamis berinteraksi untuk merangsang dan memperkuat respon peradangan.

Saraf-saraf anatom dan sensorik tersebar luas pada ligamen, kapsul sendi, dan sinosium.Saraf-saraf ini berfungsi untuk memberikan sensitifitas pada struktur-struktur ini terhadap posisi dan pergerakan.Ujung-ujung saraf pada kapsul, ligamen, dan adventisia pembuluh darah sangat sensitif terhadap peregangan dan putaran.Nyeri yang timbul dari kapsul sendi atau sinosium cenderung difus dan tidak terlokalisasi.Sendi dipersarafi oleh saraf-saraf perifer yang menyeberangi sendi.Ini berarti nyeri dari satu sendi mungkin dapat dirasakan pada sendi lainnya.Misalnya, nyeri pada sendi panggul dirasakan sebagai nyeri lutut.

JARINGAN PENYAMBUNG

Jaringan yang ditemukan pada sendi dan daerah-daerah yang berdekatan terutama adalah jaringan penyambung yang tersusun dari sel-sel dan substansi dasar.Dua macam sel yang ditemukan pada jaringan penyambung adalah sel-sel yang tidak dibuat dan tidak berada pada jaringan penyambung, seperti sel mast, sel plasma, limfosit, monosit dan leukosit polimorfonuklea.Sel-sel ini memegang peranan penting pada reaksi-reaksi imunitas dan peradangan yang terlihat pada penyakit-penyakit rematik.Jenis yang kedua dalam jaringan penyambung adalah sel-sel yang tetap berada di dalam jaringan seperti fibroblast, kondrosit dan osteoblast.Sel-sel ini mensintesis berbagai macam serat dan proteoglikan dari substansi dasar dan membuat tiap jenis jaringan penyambung memiliki susunan sel yang tersendiri.

DAFTAR PUSTAKA

Price, Sylvia Anderson. 1995. Patofisiologi konsep klinis Proses Penyakit. Jakarta: EGC

~ oleh yustinatripriyanti pada 17 Oktober 2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: